Krisis Politik Kosovo Berlanjut, Parlemen Bubar dan Pemilihan Juni Akan Diadakan
Kosovo menghadapi krisis politik yang berkepanjangan setelah parlemen gagal memilih presiden baru pada tenggat waktu 28 April. Kegagalan ini memicu pembubaran parlemen dan akan diadakan pemilihan umum ketiga sejak Februari 2026.
Krisis dipicu oleh Perdana Menteri Albin Kurti yang tidak mencapai konsensus dengan partai oposisi mengenai calon presiden bersama. Presiden incumbent Vjosa Osmani yang ingin bertahan tidak mendapat dukungan Kurti, meskipun keduanya sebelumnya dianggap sebagai harapan baru kepemimpinan Kosovo.
Kurti mengatakan tidak bisa mengamankan 80 suara yang diperlukan untuk pemilihan presiden, padahal partainya hanya memiliki akses 66 suara. Sebagai gantinya, ia menominasikan Feride Rushiti, seorang dokter dan aktivis hak asasi manusia, namun partai oposisi memboikot pemungutan suara.
Analisis menunjukkan ketidakstabilan politik ini menghambat integrasi EU dan dialog dengan Serbia, sementara Kosovo berisiko kehilangan ratusan juta euro dalam dukungan keuangan dari Uni Eropa.
Photo by: Ehsan Haque