Prancis Menghadapi Tekanan untuk Mengambil Tindakan Reparasi Perbudakan

Author May 2, 2026 at 08:02
Prancis Menghadapi Tekanan untuk Mengambil Tindakan Reparasi Perbudakan

Kota pelabuhan Nantes, Prancis, yang dulunya menjadi titik keberangkatan terbesar kapal pengangkut budak Afrika, kini mengalami perubahan signifikan dengan didirikannya Tiang Persaudaraan dan Memori setinggi 18 meter. Monumen ini, dirancang oleh keturunan orang-orang yang diperbudak, menandai titik balik dalam hubungan Prancis dengan warisan sejarah perbudalannya. Presiden Emmanuel Macron mendapat tekanan untuk mengumumkan kerangka kerja diskusi tentang keadilan reparatif dalam beberapa minggu mendatang. Prancis, yang bertanggung jawab atas sekitar 13% dari 13-17 juta orang Afrika yang dipaksa melintasi Atlantik, telah menjadi negara pertama dunia yang mengakui perdagangan budak sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan pada 2001. Namun, para aktivis mendesak Prancis untuk mengambil tindakan konkret, bukan hanya undang-undang. Disparitas ekonomi yang signifikan di wilayah Karibia Prancis, termasuk Martinik dan Guadeloupe, dipandang sebagai warisan langsung dari perbudakan dan kolonialisme. Komisi bersama dengan Haiti juga dibentuk untuk meneliti reparasi terkait penalti keuangan keras yang dikenakan Prancis setelah revolusi Haiti.

Photo by: Alizee Marchand

keadilan Macron perbudakan Prancis reparasi